Sektor energi bertindak sebagai fondasi utama dari seluruh aktivitas industri modern, termasuk infrastruktur digital seperti kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan daya listrik masif. Pada saat ini, sumber energy global itu berasal dari banyak sumber yang dikategorikan jadi 6 jenis. Oil, Gas, Natural Gas, Clean Energy, Renewable, Nuklir.

Gambar ini diambil dari kolom berita Reuters pada tahun 2024. Grafik tersebut menggambarkan proyeksi kebutuhan energi global berdasarkan skenario kebijakan yang saat ini diterapkan oleh berbagai pemerintah di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, kebutuhan energi diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi. Namun, terdapat tren transisi energi yang semakin jelas, yaitu pergeseran dari energi fosil seperti minyak (oil), batu bara (coal), dan gas alam (natural gas) menuju sumber energi yang lebih bersih, seperti clean energy, energi terbarukan (renewable energy), dan energi nuklir (nuclear energy).
Pada bagian berikutnya, komponen energi bersih tersebut akan dijelaskan lebih rinci untuk melihat kontribusi masing-masing sumber energi dalam mendukung transisi energi global. (Note for next breakdown: Tentang srba-serbi Energi Bersih)
Penjabaran ini menunjukkan bahwa arah kebijakan di berbagai negara semakin berfokus pada peningkatan penggunaan energi bersih sebagai pengganti energi fosil. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional seperti minyak (oil), batu bara (coal), dan gas alam (natural gas), yang selama ini menjadi penyumbang utama emisi karbon.
Dalam skenario tersebut, kapasitas pembangkit berbasis gas alam diperkirakan cenderung stagnan, sementara penggunaan batu bara dan minyak diproyeksikan mengalami penurunan secara bertahap. Sebaliknya, energi bersih, energi terbarukan (renewables), dan energi nuklir akan mendapatkan dukungan yang lebih besar melalui berbagai kebijakan, insentif, serta subsidi pemerintah.
Dalam skenario tersebut, kapasitas pembangkit berbasis gas alam (natural gas) diperkirakan akan cenderung stagnan, sementara penggunaan batu bara (coal) diproyeksikan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penggunaan minyak (oil) diperkirakan relatif stagnan dalam jangka pendek, namun memiliki kecenderungan menurun seiring semakin kuatnya kebijakan dekarbonisasi dan adopsi teknologi energi bersih.
Di sisi lain, energi bersih (clean energy) dan energi terbarukan (renewables) diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan kapasitas energi global. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah, insentif, serta subsidi yang bertujuan mempercepat transisi menuju sistem energi rendah karbon. Energi nuklir juga diperkirakan akan mengalami peningkatan kapasitas, namun laju pertumbuhannya tidak sebesar energi terbarukan dan teknologi energi bersih lainnya. Untuk memahami pergeseran ini secara lebih mendalam, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai komposisi dan persentase kontribusi masing-masing sumber energi dalam bauran energi global di masa depan.
Untuk memahami arah perkembangan ini secara lebih akurat, perlu diperhatikan tren kebijakan energi terbaru, khususnya di negara-negara G7 serta negara-negara dengan pengaruh besar terhadap pasar energi global seperti Tiongkok (China) dan Rusia (Russia). Kebijakan yang mereka ambil akan memainkan peran penting dalam menentukan kecepatan dan skala transisi energi dunia pada dekade mendatang. (Note for next breakdown: Perlu lihat tren saat ini mengenai kebijakan pemerintah terutama di negara2 G7+ China dan Russia, terutama dalam hal kebijakan transisi, emisi karbon, insentif, subsidi).
Nuklir akan ada sedikit penambahan, tetapi tidak sesignifikan Clean Energy dan Renewable (Note for next breakdown: Perlu cari breakdown, terutama komposisi dan presentase). Sedangkan Natural gas kapasitasnya akan diproyeksikan tetap stagnan. Batu bara akan menurun, Sedangkan oil stagnan tapi cenderung menurun.
Kesimpulan
Jika tujuan investasi adalah mengejar pertumbuhan (capital gain), maka alokasi dana sebaiknya tidak difokuskan pada industri batu bara, gas alam, nuklir, maupun minyak.



