
Aku rasa investasi, termasuk saham, pada dasarnya adalah permainan tentang kapan masuk dan kapan keluar.
Maksudku, kalau ingin memaksimalkan hasil, kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk masuk saat harga masih murah, dan kapan saat yang tepat untuk keluar ketika keuntungan sudah optimal. Itu sebabnya penting untuk terus memantau iklim investasi dan melihat apakah suatu aset sedang undervalued, overvalued, atau berada di tengah-tengah.
Soal aturan pastinya, aku sendiri juga belum tahu. Rasanya lebih seperti jalan sambil meraba. Semakin banyak belajar tentang variable-variable yang mempengaruhi, ‘aturan bermainnya’, dan semakin banyak pengalaman, pelan-pelan kita jadi lebih paham cara membaca situasi pasar.
Hal seperti ini juga berlaku, bukan cuma di saham, tapi juga di crypto. Waktu BTC dan ETH lagi hype beberapa tahun lalu, aku memang tidak ikut trading, tapi ada beberapa orang di sekitarku yang melakukannya. Aku tidak mengikuti detailnya, tapi kalau dibandingkan dengan masa hype itu, setelahnya harganya sempat turun cukup dalam, bahkan banyak yang akhirnya mengalami kerugian.
Pada akhirnya, pasar tetap mengikuti hukum dasar permintaan dan penawaran. Semakin banyak orang yang memilih untuk menyimpan (hold) asetnya, semakin sedikit jumlah yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan. Ketika ada institusi besar yang ingin membeli dalam jumlah besar, mereka harus menyerap pasokan yang tersedia di pasar. Kalau penjualnya semakin sedikit, harga cenderung terdorong naik, bahkan bisa melonjak cukup tinggi.



